Pengolahan Citra Digital

Unsharp Mask

    Unsharp mask merupakan salah satu metode pemrosesan citra digital yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kekaburan citra yang disebabkan oleh camera shake. Penamaan kata unsharp dikarenakan metode ini menggunakan citra yang lebih blur terhadap citra asli sebagai faktor pembuat mask. Setelah didapatkan mask, maka mask tersebut akan dijumlahkan dengan citra asli sehingga didapatkan keadaan citra yang lebih tajam dibandingkan citra asli. The “unsharp” dari nama tersebut berasal dari fakta bahwa teknik ini menggunakan kabur, atau “unsharp,” positif untuk menciptakan sebuah “topeng” dari gambar asli.  Topeng unsharped kemudian dikombinasikan dengan negatif, menciptakan ilusi bahwa gambar yang dihasilkan lebih tajam daripada yang asli. Dari oengolahan citra sudut pandang, sebuah topeng unsharp umumnya linier  atau   nonlinier filter yang menguatkan frekuensi tinggi komponen.

unsharp

O = citra output          * = konvolusi

I = citra input                x = 0,1,2,…,M-1

M = mask                      y = 0,1,2,…,N-1

F = filter                   M,N = ukuran panjang, lebar citra

Untuk membuat citra yang lebih kabur, digunakan filter dengan menggunakan nilai filter

1. Filter ini diproses terhadap citra asli dengan konvolusi  sehingga didapatkan citra yang lebih kabur. Gambar  menunjukkan contoh filter unsharp mask dengan ukuran 5×5.

tbl unsharp

Proses konvolusi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus.

rms unsharp

dimana:

a = (m-1)/2

b = (n-1)/2

m,n = ukuran panjang, lebar filter

Dibanding dengan metode menggunakan dekonvolusi, unsharp mask melakukan proses yang berbeda dimana pada unsharp mask tidak dibutuhkan informasi penyebab kekaburan citra. Dekonvolusi membutuhkan informasi penyebab kekaburan citra sebagai dasar proses perbaikan. Hal ini menyebabkan terdapat perbedaan mencolok pada waktu persiapan dan pemrosesan citra antara kedua metode. Unsharp mask menggunakan waktu yang relatif lebih cepat dalam pemrosesannya, sedangkan dekonvolusi membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Metode Robert

Metode Robert adalah salah satu metode yang digunakan untuk melakukan pendeteksian pada tepi gambar. Metode ini merupakan penjabaran dari teknik diferensial pada arah horisontal dan diferensial pada arah vertikal dengan menambahkan proses konversi biner dengan meratakan distribusi warna hitam dan warna putih.

Kernel filter yang digunakan dalam metode Robert ini adalah:

robert

Gambar 1 Pendeteksian tepi citra

Kernel filter yang digunakan dalam metode ini   :

h robert

rbrt 1

  Citra asli                                                                    Hasil filter

 

Unsharp mask merupakan salah satu metode pemrosesan citra digital yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kekaburan citra yang disebabkan oleh camera shake. Penamaan kata unsharp dikarenakan metode ini menggunakan citra yang lebih blur terhadap citra asli sebagai faktor pembuat mask. Setelah didapatkan mask, maka mask tersebut akan dijumlahkan dengan citra asli sehingga didapatkan keadaan citra yang lebih tajam dibandingkan citra asli.The “unsharp” dari nama tersebut berasal dari fakta bahwa teknik ini menggunakan kabur, atau “unsharp,” positif untuk menciptakan sebuah “topeng” dari gambar asli. Topeng unsharped kemudian dikombinasikan dengan negatif, menciptakan ilusi bahwa gambar yang dihasilkan lebih tajam daripada yang asli. Dari pengolahan sinyal sudut pandang, sebuah topeng unsharp umumnya linier atau nonlinier filter yang menguatkan frekuensi tinggi komponen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s